
Bismillahirrohmaanirrohiim,,
Setiap orang pasti memiliki masalah. Allah saat ini sedang memberikan cobaan berupa masalah, dan dengan adanya masalah itu, diri ini akan tertempa menjadi lebih kuat dari sebelumnya bukan malah sebaliknya yaitu makin terpuruk kejurang yang paling dalam. Di samping itu, banyak pula hikmah yang bisa saya petik mulai dari kesabaran diri dalam menghadapi masalah, berfikir kreatif dan aktif dalam rangka menyelesaikan masalah, dan yang paling penting adalah mengembalikan semuanya hanya kepada Allah semata, bukan kepada yang lain. Memang benar juga bahwa cobaan yang datang dari Allah itu tidak hanya berupa suatu “masalah” saja, namun terkadang dan bahkan sering suatu kenikmatan(kesenangan) yang kita anggap membahagiakan boleh jadi adalah suatu cobaan dari Allah. Tugas kita sebagai hambaNYA adalah bersabar dan bersyukur, cukup dua kata itu saja yang menjadi pegangan diri dalam menyikapi suatu kejadian yang menimpa diri kita :) Bersabar dalam kesusahan dan kepayahan, serta bersyukur dalam kenikmatan dan kebahagiaan.
Ya, saat ini masalah yang cukup lumayan “besar” sedang saya rasakan, dan masih saya rasakan. Tidak perlu saya ungkap di sini mengenai kejelasan masalah itu, insyaAllah saya dengan rela hati (ikhlas) akan menghadapinya. Tapi, yang ingin saya share di sini adalah mengenai beberapa kejadian yang mengiringi penyikapan masalah saya ini. Tak terlepas dari significant others (orang-orang berharga/berpengaruh bagi diri saya), teman, kekasih, lingkungan, dan lingkungan tempat kerja part time, serta rekan dalam kegiatan berorganisasi.
Hati, Pikiran, Jiwa, dan Semangat adalah memiliki keterkaitan yang erat. Dan Ia benar-benar menjadi penguat jiwa. Saat hati, pikiran, jiwa, dan semangat terpuruk, ia datang dengan keceriaan yang tersimpan, kemudian menunjukkannya kepada saya tentang hakikat masalah dan kebahagiaan. Fainna Ma’al Usri Yusraa, Inna Ma’al Usru Yusraa, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. Q.S Alam Nasyrah 5-6. Subhanallah, ayat yang yang begitu penuh makna dan sering saya senandungkan di waktu pagi dan petang, seakan baru pertama kali saya dengar.
Maka Ia, menjadi sosok yang bisa memberikan ketenangan jiwa, kekuatan dan tenaga yang luar biasa, yang dapat mengeluarkan diri ini dari keterpurukan yang teramat sangat yang orang lain mungkin hanya berlalu saja ketika mengetahuinya.
Saya suka bgt lagu From Maher Zain, sungguh lirik dan nada lagunya ikut serta mengamini langkah kaki untuk terus mendaki sesuatu yang tinggi dan bahkan mungkin di luar jangkauan diri. Namun diri ini yakin, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, maka saya sebagai hambaNYA, tugasnya hanyalah berusaha, berusaha, dan berdoa.
Pagi ini, Muhammad Joe (ehem... ehemm...) meneruskan langkah kaki dan berusaha bangkit dari Keterpurukan. Allahu Akbar,, Allahu Akbar,,, Allahu Akbar,, !!!
Setiap orang pasti memiliki masalah. Allah saat ini sedang memberikan cobaan berupa masalah, dan dengan adanya masalah itu, diri ini akan tertempa menjadi lebih kuat dari sebelumnya bukan malah sebaliknya yaitu makin terpuruk kejurang yang paling dalam. Di samping itu, banyak pula hikmah yang bisa saya petik mulai dari kesabaran diri dalam menghadapi masalah, berfikir kreatif dan aktif dalam rangka menyelesaikan masalah, dan yang paling penting adalah mengembalikan semuanya hanya kepada Allah semata, bukan kepada yang lain. Memang benar juga bahwa cobaan yang datang dari Allah itu tidak hanya berupa suatu “masalah” saja, namun terkadang dan bahkan sering suatu kenikmatan(kesenangan) yang kita anggap membahagiakan boleh jadi adalah suatu cobaan dari Allah. Tugas kita sebagai hambaNYA adalah bersabar dan bersyukur, cukup dua kata itu saja yang menjadi pegangan diri dalam menyikapi suatu kejadian yang menimpa diri kita :) Bersabar dalam kesusahan dan kepayahan, serta bersyukur dalam kenikmatan dan kebahagiaan.
Ya, saat ini masalah yang cukup lumayan “besar” sedang saya rasakan, dan masih saya rasakan. Tidak perlu saya ungkap di sini mengenai kejelasan masalah itu, insyaAllah saya dengan rela hati (ikhlas) akan menghadapinya. Tapi, yang ingin saya share di sini adalah mengenai beberapa kejadian yang mengiringi penyikapan masalah saya ini. Tak terlepas dari significant others (orang-orang berharga/berpengaruh bagi diri saya), teman, kekasih, lingkungan, dan lingkungan tempat kerja part time, serta rekan dalam kegiatan berorganisasi.
Hati, Pikiran, Jiwa, dan Semangat adalah memiliki keterkaitan yang erat. Dan Ia benar-benar menjadi penguat jiwa. Saat hati, pikiran, jiwa, dan semangat terpuruk, ia datang dengan keceriaan yang tersimpan, kemudian menunjukkannya kepada saya tentang hakikat masalah dan kebahagiaan. Fainna Ma’al Usri Yusraa, Inna Ma’al Usru Yusraa, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. Q.S Alam Nasyrah 5-6. Subhanallah, ayat yang yang begitu penuh makna dan sering saya senandungkan di waktu pagi dan petang, seakan baru pertama kali saya dengar.
Maka Ia, menjadi sosok yang bisa memberikan ketenangan jiwa, kekuatan dan tenaga yang luar biasa, yang dapat mengeluarkan diri ini dari keterpurukan yang teramat sangat yang orang lain mungkin hanya berlalu saja ketika mengetahuinya.
Saya suka bgt lagu From Maher Zain, sungguh lirik dan nada lagunya ikut serta mengamini langkah kaki untuk terus mendaki sesuatu yang tinggi dan bahkan mungkin di luar jangkauan diri. Namun diri ini yakin, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, maka saya sebagai hambaNYA, tugasnya hanyalah berusaha, berusaha, dan berdoa.
Pagi ini, Muhammad Joe (ehem... ehemm...) meneruskan langkah kaki dan berusaha bangkit dari Keterpurukan. Allahu Akbar,, Allahu Akbar,,, Allahu Akbar,, !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa komentar anda